FLORESTODAY.COM, LABUAN BAJO – Memasuki periode 2026–2030, Labuan Bajo telah bertransformasi menjadi magnet investasi properti yang paling diperbincangkan di Asia Tenggara.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, dalam keterangan resmi di Jakarta mengatakan, Labuan Bajo memiliki peran strategis dalam ambisi pariwisata Indonesia sebagai pintu gerbang menuju Flores dan Taman Nasional Komodo, yang merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

“Inisiatif ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi signifikan di wilayah tersebut, dengan menciptakan lapangan kerja selama tahap konstruksi dan operasional, meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik, serta mendukung pertumbuhan usaha lokal,” ujar Pandu .

Berikut adalah laporan mendalam mengenai posisi strategis dan pemicu utama kenaikan nilai aset di Labuan Bajo.

1. "Mini Bali" Versi Premium: Strategi High-Value, Low-Volume

Berbeda dengan Bali yang kini menjadi mass tourism hub, Labuan Bajo sejak awal didesain sebagai destinasi super prioritas dengan target pasar "high value – low volume".

Sebagai gerbang tunggal menuju Taman Nasional Komodo, kawasan ini memposisikan diri sebagai "Mini Bali" namun dengan eksklusivitas yang lebih terjaga.

Dampaknya terhadap sektor properti sangat nyata:

  • Kenaikan Harga Agresif: Karena keterbatasan lahan dan status zonasi yang ketat, harga tanah di area strategis cenderung merangkak naik lebih cepat dibandingkan wilayah lain.
  • Dominasi Kelas High-End: Struktur pasar properti di sini condong pada pengembangan vila mewah, resort eksklusif, dan hotel butik yang menawarkan privasi tinggi bagi para pelancong premium.

2. Sinyal Global: Masuknya Institusi Pengelola Dana Besar

Salah satu pemicu utama (trigger) yang akan mendongkrak nilai properti secara signifikan dalam periode 2026–2030 adalah masuknya modal dari institusi raksasa global.

Laporan terbaru menunjukkan adanya pergerakan investasi besar yang dikelola melalui entitas seperti Danantara bekerja sama dengan Sovereign Fund mancanegara, termasuk Qatar Investment Authority (QIA). Fokus investasi mereka meliputi:

  • Pengembangan Kawasan Greenfield: Membuka area wisata baru yang sebelumnya belum terjamah menjadi pusat ekonomi hijau.
  • Infrastruktur Kelas Dunia: Standarisasi fasilitas yang memenuhi ekspektasi turis mancanegara kelas atas.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

Efek Bola Salju

Masuknya Sovereign Wealth Fund (SWF) adalah sinyal valid bagi investor individu maupun korporasi bahwa Labuan Bajo telah masuk dalam radar global secara permanen. Pola yang biasanya terjadi adalah kenaikan harga tanah secara bertahap dalam dua tahun ke depan, yang kemudian akan melonjak tajam saat proyek-proyek infrastruktur tersebut mulai beroperasi penuh.

Bagi para pemilik modal, jendela waktu 2026 hingga 2030 adalah masa transisi krusial. Labuan Bajo tidak lagi hanya menawarkan pemandangan alam, melainkan sebuah instrumen investasi dengan capital gain yang sangat menjanjikan di masa depan.

(Redaksi)

Published in Investasi
Thursday, 23 April 2026 00:00

APMB Suarakan Kekhawatiran Lewat Aksi Damai

FLORESTODAY.COM, LABUAN BAJO – Aliansi Pariwisata Mabar Bersatu (APMB) kembali mengajak berbagai pihak dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo untuk turut ambil bagian dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg

APMB menyampaikan rencana pelaksanaan Aksi Demonstrasi Damai Jilid II sebagai bentuk aspirasi atas kebijakan pembatasan kunjungan wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo yang mulai diberlakukan sejak April 2026.

Kebijakan ini dinilai membawa dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata. Langkah ini juga mencerminkan kepedulian kolektif para pelaku industri terhadap masa depan Labuan Bajo.

“Kami berharap adanya ruang dialog yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil dapat tetap menjaga kelestarian alam tanpa mengorbankan kesejahteraan warga,” ungkap Koordinator APMB, Try Dedi pada aksi sebelumnya, Senin (13/4).

Di sisi lain, pelaku usaha tour juga memberikan masukan agar pelaksanaan aksi tetap memperhatikan kenyamanan wisatawan. General Manager LABAHO Tour, Prima Brahmana, menekankan pentingnya koordinasi agar kegiatan demonstrasi tidak mengganggu jadwal perjalanan wisata yang telah direncanakan jauh hari.

“Kami pada prinsipnya mendukung penyampaian aspirasi secara damai. Namun kami juga berharap agar pelaksanaan aksi bisa diatur dengan baik, sehingga tidak mengganggu kegiatan tour yang sudah diprogramkan jauh sebelum rencana aksi ini ada. Wisatawan datang dengan jadwal yang ketat, dan kenyamanan mereka tetap harus menjadi prioritas bersama,” ujar Prima.

Prima menambahkan bahwa wisatawan datang dengan jadwal yang ketat dan juga telah mengeluarkan budget untuk ini, sehingga kenyamanan harus tetap menjadi prioritas bersama demi menjaga citra pariwisata Labuan Bajo di mata dunia.

Rencananya, kegiatan ini akan digelar pada Kamis, 30 April 2026, mulai pukul 09.00 WITA di Labuan Bajo. Aksi ini diharapkan berlangsung damai dan menjadi simbol solidaritas serta kepedulian terhadap keberlanjutan destinasi unggulan Indonesia tersebut.

Dengan semangat kebersamaan, gerakan ini menjadi pengingat bahwa Labuan Bajo bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang kehidupan masyarakat yang tumbuh bersama di dalamnya sekaligus memperkuat pesan bahwa pariwisata Labuan Bajo adalah tanggung jawab bersama.

(Redaksi)

Published in News

FLORESTODAY.COM, LABUAN BAJO– Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) berharap agen travel mulai menjual paket wisata ke Kampung Kerora, Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca. Jalur ini merupakan rute trekking terbaru untuk melihat komodo.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah labaho1.jpeg


“Saya berharap teman-teman tour agent dan tour operator bisa menjual paket wisata ke Kerora,” ujar Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, Sabtu (1/11/2025).

Menurut Hengki, sapaan akrabnya, wisatawan sudah mulai berkunjung ke Kampung Kerora, meski jumlahnya belum banyak.

“Sudah mulai ada wisatawan ke sana, namun belum banyak. Mudah-mudahan akan terus meningkat,” kata Hengki.

Fakta di Lapangan
Sejak dibuka pada Maret 2025, jalur trekking di Kampung Kerora baru dikunjungi 10 wisatawan.

“Tamu dari Amerika, 10 orang,” kata pemandu lokal, Muslimin, Kamis (9/1/2025), dilansir dari detikBali.

Ia menyebut, kurangnya promosi menjadi salah satu alasan minimnya kunjungan wisatawan.

“Kurang promosi dari Balai (BTNK) dan dari kami juga sih,” ujarnya.

Selain itu, fasilitas di jalur menuju Kerora juga belum memadai, terutama dermaga di Pantai Lenteng, Desa Golo Moti, yang kondisinya tak layak pakai.

“Tamu yang datang lewat situ. Kondisinya tidak layak untuk wisatawan, sudah mau ambruk,” kata Muslimin.


BACA JUGA :

– Menjelajah Pesona Labuan Bajo Bersama LABAHO
– Lima Contoh Investasi Properti Menjanjikan di Labuan Bajo
– PAD Pariwisata Mabar Baru 77 Persen, Wisatawan Turun 22 Persen
– Sang Penguasa Pulau Tewas Mengenaskan di Tepi Jalan
– Cek Destinasinya! Ini Rute Open Trip Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam


Daya Tarik
Di Kampung Kerora, wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri perkampungan sambil menikmati lanskap pegunungan dan aktivitas komodo di kawasan Taman Nasional Komodo.

Selain komodo, wisatawan juga bisa melihat hewan liar seperti kerbau, burung, reptil, kuda liar, hingga berbagai jenis tumbuhan. Ke depan, wisatawan juga dapat ikut melepasliarkan tukik atau anak penyu ke laut.

“Anak penyu atau tukik menjadi salah satu daya tarik, jadi masuk dalam paket wisata,” kata Hengki saat peresmian jalur trekking Kerora.

Jalur trekking Kampung Kerora diresmikan pada 6 Maret 2025, bertepatan dengan HUT ke-45 Taman Nasional Komodo. Paket wisata mulai dijual sehari setelah peresmian.

Jalur ini menjadi jalur trekking ketujuh di Taman Nasional Komodo, setelah Loh Buaya, Loh Liang, Kampung Komodo, Kampung Rinca, Padar Selatan, dan Gililawa.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah AD_4nXeJjhlBaOOr-jSX6uf98hikHJtIbHUPvUf-0eddYC0zzN9UN8BIsA7c6uGyI3Zq4V-4zdItCtTuTgj5sFglH7wVPl32hNjaZiViiJX-NPnCzs44XNAwmZpB8VeS9mQYDTKlP42yYCE8cxRAgNzAXc3XnUY

Akses dan Tiket 

Untuk menuju Kampung Kerora, wisatawan bisa berangkat dari Labuan Bajo menggunakan kapal wisata.

Akses terdekat dapat ditempuh dari Kampung Soknar, Desa Golo Mori, menuju Pulau Rinca. Waktu tempuhnya sekitar 10–15 menit menggunakan kapal motor.

Wisata di Kampung Kerora dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Komodo Citra Lestari. 

Pemasukan dari penjualan paket wisata dikelola Pokdarwis, sementara tiket masuk kawasan (PNBP) dikelola oleh BTNK.

Harga paket wisata Kampung Kerora dipatok Rp400 ribu untuk lima orang. Paket ini mencakup aktivitas trekking dan pelepasan tukik, namun belum termasuk tiket masuk kawasan Taman Nasional Komodo. (Apek/ Redaksi)

Published in Pariwisata
Friday, 27 March 2020 00:00

Komodo Hanya Makan Sebulan Sekali

FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo - Komodo merupakan hewan spesies kadal terbesar di dunia dan hidup di Indonesia, hewan ini juga dianggap sebagai hewan khas Indonesia.

Published in Pariwisata
Friday, 27 March 2020 00:00

Seberapa Mematikankah Air Liur Komodo?

FLORESTODAY.COM, Labuan Bajo - Komodo merupakan bagian dari hewan purbakala dan sudah ada sejak 400 juta tahun yang lalu. Komodo juga dikenal sebagai kerabat dekat dari Dinosaurus, bahkan hewan ini dianggap sebagai Dinosaurus terakhir di dunia.

Published in Pariwisata
Page 1 of 6

About Us

Since 2015 with the motto "Explore The Beauty Of Flores" www.florestoday.com stands and participates as a means of disseminating information, building unity, caring for democracy to carry out development in everything to improve life direction for all .. Read More

Member of Media Online Indonesia

Contact Info

Address: Jl. Gabriel Gampur No 8, Labuan Bajo,
Kec. Komodo, Labuan Bajo,
Manggarai Barat, NTT – Indonesia.

Mobile/Whatsapp: +628113820366
News: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Advertorial: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Social Media

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…